Inspirasi dari Mbah Guru: Mengajar Matematika Lewat TikTok

Inspirasi dari Mbah Guru: Mengajar Matematika Lewat TikTok

Inspirasi dari Mbah Guru: Mengajar Matematika Lewat TikTok

Mengajar Matematika Lewat TikTok Di era digital yang serba cepat, seorang kakek berusia 80 tahun membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan berbagi ilmu. Melan Achmad, yang akrab disapa Mbah Guru Matematika, telah mencuri perhatian publik. Metode mengajarnya yang unik melalui platform TikTok menjadi viral. Apa yang ia lakukan menjadi bukti bahwa media sosial bisa menjadi sarana pendidikan yang positif.

Perjalanan Mbah Guru di Dunia Pendidikan

Melan Achmad memulai karier mengajarnya pada tahun 1970-an di Aceh. Selama lima dekade, ia mengabdi sebagai guru matematika. Ia akhirnya pensiun pada tahun 2018. Namun, semangat mengajarnya tidak pernah padam meskipun usianya sudah tidak muda lagi.

Di masa pensiun, ia tinggal di rumah kontrakan sederhana. Ia tidak memiliki fasilitas mewah atau peralatan canggih. Namun, keinginannya untuk terus mencerdaskan anak bangsa tetap membara. Melihat potensi media sosial, ia memutuskan memanfaatkan TikTok sebagai ruang belajar baru.

Perjuangan di Balik Layar

Menariknya, Mbah Guru mengaku awalnya tidak bisa menggunakan TikTok sama sekali. Menantunya membantu mengoperasikan aplikasi tersebut. “Saya tidak bisa TikTok. Ini dibantu anak saya untuk live. Awalnya saya ingin membagi ilmu melalui video, tapi yang nonton sedikit. Lalu saya ditawari live TikTok. Saya setuju,” ujarnya.

Ia pun mulai rutin mengadakan kelas matematika dua kali sehari melalui akun TikTok-nya. Dalam sesi live-nya, ia tetap berpenampilan rapi layaknya seorang guru di kelas. Ia menggunakan papan tulis kecil. Ia menjelaskan konsep matematika dengan cara sederhana dan mudah dipahami.

Hasilnya luar biasa. Dalam waktu singkat, akun TikTok-nya berhasil mengumpulkan lebih dari 877 ribu pengikut. Ratusan penonton aktif terlibat dalam setiap sesi live-nya. Mereka bertanya dan berdiskusi langsung. Ungkapan syukur seperti “Terima kasih, Mbah Guru, saya jadi paham matematika” menjadi pemandangan umum di kolom komentar.

Filosofi Mengajar yang Mendalam

Di balik aksi sederhananya, Mbah Guru memiliki visi dan misi yang jelas. “Dari dua filsafat Ki Hadjar Dewantara dan baca buku sejarah pendidikan, disitulah mbah punya visi & misi ingin mencerdaskan anak bangsa dan mbah ingin membagi ilmu matematika,” ujarnya.

Ia tidak sekadar mengajar rumus-rumus kering. Ia berusaha menyederhanakan konsep matematika. Matematika sering menjadi momok menakutkan bagi siswa. Ia mengubahnya menjadi pelajaran yang menyenangkan. Dengan gaya santai dan penuh kesabaran, ia berhasil mengubah pandangan banyak siswa terhadap matematika.

Pengakuan dari Presiden

Dedikasi Mbah Guru tidak luput dari perhatian pemerintah. Puncak Hari Guru Nasional 2024 berlangsung di Jakarta International Velodrome pada 28 November 2024. Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan bergengsi. Ia memberi gelar Guru Hebat Indonesia 2024 kepada Mbah Guru Matematika.

Presiden Prabowo menyerahkan plakat, laptop canggih, dan hadiah uang tunai Rp100 juta. Ia memberikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas jasa Mbah Guru yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Penghargaan ini juga diberikan kepada Kuswanto, pendiri Gubuk Baca di Sigi, Sulawesi Tengah.

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya. Ia akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru. Ia juga akan meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Teladan bagi Semua

Kisah Mbah Guru memberikan banyak pelajaran berharga. Pertama, inovasi dalam mengajar tidak mengenal batasan usia. Seorang pensiunan pun bisa beradaptasi dengan teknologi. Tujuannya tetap sama: mencerdaskan anak bangsa.

Kedua, media sosial dapat menjadi alat yang sangat ampuh untuk pendidikan. Selama ini, platform seperti TikTok sering dikaitkan dengan konten hiburan semata. Mbah Guru membuktikan bahwa platform tersebut bisa menjadi ruang belajar yang interaktif. Platform ini menjangkau ribuan siswa.

Ketiga, semangat mengajar yang tulus tidak memerlukan fasilitas mewah. Dengan papan tulis sederhana dan koneksi internet, Mbah Guru berhasil menciptakan kelas virtual yang hidup.

Keempat, pengakuan dan penghargaan akan datang kepada mereka yang konsisten berbuat baik. Dedikasi Mbah Guru selama puluhan tahun mengajar, bahkan setelah pensiun, akhirnya membuahkan apresiasi setinggi itu.

Tantangan dan Harapan

Meskipun kisahnya inspiratif, perjalanan Mbah Guru tidak sepenuhnya mulus. Sebagai lansia, beradaptasi dengan teknologi digital memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia tidak menyerah. Dengan bantuan keluarga dan kemauan yang kuat, ia berhasil mengatasi hambatan tersebut.

Kisahnya menjadi pengingat bagi para guru muda. Media sosial bukanlah musuh. Jika guru memanfaatkannya dengan bijak, platform ini bisa menjadi perpanjangan tangan. Guru bisa menjangkau lebih banyak siswa. Di sisi lain, kisah ini juga menjadi kritik halus terhadap sistem pendidikan yang masih timpang. Apakah seorang pensiunan guru harus mengajar melalui TikTok karena keterbatasan akses? Atau justru ini bentuk kreativitas di tengah segala keterbatasan?

Baca juga: Fenomena “Guru Gacor”: Tren Guru Kreatif yang Viral di Media Sosial

Kesimpulan

Mbah Guru Matematika telah membuktikan bahwa menjadi guru adalah panggilan jiwa. Profesi ini bukan sekadar pekerjaan. Pensiun tidak menghentikannya untuk terus berbagi ilmu. Usia lanjut tidak menjadi penghalang untuk belajar teknologi baru.

Ia mengajarkan matematika. Namun, ia juga mengajarkan sesuatu yang lebih berharga. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Teknologi bisa menjadi sahabat pendidikan. Dedikasi sejati akan selalu menemukan jalannya.

Penghargaan dari Presiden merupakan bentuk pengakuan negara atas jasanya. Namun, penghargaan terbesar mungkin berasal dari ribuan siswa. Mereka kini lebih memahami matematika. Mereka tidak lagi takut pada angka-angka. Mbah Guru adalah bukti bahwa satu orang benar-benar bisa membuat perbedaan. Semangatnya patut kita teladani. Tidak hanya para pendidik, tetapi semua orang yang ingin terus bermanfaat bagi sesama.