Cara Mengatasi Anak Sulit Belajar di Rumah Selama Pandemi
Mengatasi Anak Sulit BelajarĀ Pembelajaran jarak jauh membawa tantangan besar bagi banyak keluarga. Anak yang dulu belajar di sekolah kini harus belajar dari rumah. Orang tua harus mendampingi anak belajar sambil tetap bekerja. Situasi ini membuat banyak anak merasa bosan dan kehilangan motivasi. Mereka sulit berkonsentrasi karena banyak gangguan di rumah. Orang tua pun stres menghadapi anak yang rewel saat belajar. Berikut cara mengatasi anak yang sulit belajar di rumah selama pandemi.
Ciptakan Rutinitas Harian yang Konsisten
Anak membutuhkan kepastian di tengah situasi yang berubah-ubah. Buat jadwal harian yang mirip dengan jadwal sekolah normal. Tulis jadwal tersebut di kertas besar lalu tempel di dinding kamar anak. Jadwal harus mencakup waktu belajar, istirahat, makan, bermain, dan tidur. Libatkan anak dalam menyusun jadwalnya sendiri. Ia akan lebih bertanggung jawab menjalankan jadwal yang ia buat. Patuhi jadwal tersebut secara konsisten setiap hari. Jeda antar sesi belajar idealnya 10-15 menit untuk mengembalikan fokus anak.
Siapkan Area Belajar Khusus
Pisahkan area belajar dari area bermain atau tidur anak. Meja makan bisa menjadi pilihan jika tidak ada ruangan khusus. Pastikan area belajar memiliki pencahayaan yang terang dan sirkulasi udara baik. Letakkan semua perlengkapan belajar dalam jangkauan tangan anak. Bantu anak merapikan meja belajar sebelum memulai sesi. Meja yang bersih dan rapi membantu anak lebih fokus belajar. Singkirkan mainan atau gawai dari area belajar selama jam sekolah. Minta anggota keluarga lain untuk tidak lalu lalang di dekat area belajar.
Kenali Gaya Belajar Anak
Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda satu sama lain. Anak visual lebih mudah belajar melalui gambar, video, atau diagram. Sediakan video pembelajaran atau buku bergambar untuk anak visual. Anak auditori lebih mudah mengingat informasi yang ia dengar. Rekam penjelasan guru dan putar ulang untuk anak auditori. Anak kinestetik perlu bergerak sambil belajar untuk tetap fokus. Biarkan ia berdiri atau berjalan mondar-mandir sambil menghafal. Anak kinestetik juga bisa belajar sambil membuat kerajinan tangan atau menggambar. Sesuaikan metode belajar dengan gaya anak, bukan sebaliknya.
Variasikan Metode Belajar
Jangan hanya meminta anak mengerjakan lembar kerja sepanjang hari. Anak cepat bosan jika melakukan aktivitas yang sama terus-menerus. Bergantian antara menulis, membaca, menonton video, dan berdiskusi. Ajak anak membuat proyek sederhana yang berhubungan dengan materi pelajaran. Misalnya, membuat diorama untuk pelajaran IPA atau membuat komik untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Gunakan permainan edukatif online yang interaktif untuk variasi belajar. Sisipkan gerakan fisik di sela belajar, seperti senam ringan atau peregangan.
Beri Pujian dan Penghargaan
Anak membutuhkan motivasi ekstra saat belajar di rumah. Beri pujian spesifik untuk setiap usaha yang ia lakukan. Jangan hanya memberi pujian saat nilai anak bagus. Katakan “Wah, kamu sangat teliti mengerjakan soal matematika tadi” atau “Keren, kamu bisa fokus belajar selama 30 menit penuh”. Buat sistem penghargaan sederhana di rumah. Setelah mengumpulkan 10 stiker, anak boleh memilih aktivitas favorit bersama orang tua. Hindari memberi hadiah uang atau makanan manis sebagai penghargaan. Anak akan belajar karena ingin hadiah, bukan karena ingin tahu.
Batasi Waktu Layar
Belajar dari rumah membuat anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar. Kelelahan mata akibat terlalu lama menatap layar mengurangi konsentrasi anak. Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik. Gunakan layar hanya untuk aktivitas belajar yang benar-benar esensial. Untuk tugas yang bisa dikerjakan di buku tulis, minta anak mengerjakannya secara offline. Matikan gawai saat jam belajar sudah selesai. Beri anak waktu bermain di luar rumah untuk mengistirahatkan matanya.
Jaga Komunikasi dengan Guru
Orang tua tidak bisa menggantikan peran guru sepenuhnya. Jalin komunikasi rutin dengan wali kelas atau guru mata pelajaran. Tanyakan perkembangan anak dan kesulitan yang ia hadapi. Sampaikan juga kendala yang Anda alami saat mendampingi anak belajar. Guru mungkin bisa memberikan saran metode belajar yang sesuai untuk anak Anda. Jangan ragu meminta bantuan jika anak benar-benar tidak memahami materi. Terkadang, penjelasan dari guru melalui video call lebih efektif daripada penjelasan orang tua.
Beri Waktu untuk Bermain dan Bersosialisasi
Anak tetap butuh bermain dan bertemu teman meskipun di masa pandemi. Jadwalkan waktu bermain virtual dengan teman sekelas melalui video call. Anak bisa bermain game bersama atau sekadar mengobrol tentang hal-hal yang ia sukai. Ajak anak bermain di halaman rumah atau taman dekat rumah (dengan protokol kesehatan). Aktivitas fisik membantu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi anak. Pastikan anak tidak merasa bahwa dirinya dihukum dengan belajar terus-menerus. Keseimbangan antara belajar, bermain, dan istirahat sangat penting untuk kesehatan mental anak.
Kelola Stres Orang Tua
Anak akan merasakan stres yang Anda alami sebagai orang tua. Luangkan waktu untuk merawat diri sendiri (self-care) di sela-sela mendampingi anak. Jangan ragu berbagi cerita dengan pasangan atau teman tentang kesulitan yang Anda hadapi. Jika merasa sangat kewalahan, tidak apa-apa memberi anak waktu istirahat belajar sehari. Kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan mental anak. Anak yang melihat orang tuanya tenang dan bahagia akan lebih mudah fokus belajar. Ingatkan diri sendiri bahwa situasi pandemi ini tidak akan berlangsung selamanya.
Baca juga: Metode Belajar Sambil Bermain untuk Anak Usia Dini
Kesimpulan
Mengatasi anak sulit belajar di rumah membutuhkan kesabaran dan kreativitas orang tua. Ciptakan rutinitas harian yang konsisten dan libatkan anak dalam menyusunnya. Siapkan area belajar khusus yang terpisah dari area bermain anak. Kenali gaya belajar anak, apakah visual, auditori, atau kinestetik. Variasikan metode belajar agar anak tidak cepat bosan dengan aktivitas yang sama. Beri pujian spesifik untuk setiap usaha anak, bukan hanya untuk hasil nilai bagus.
Batasi waktu layar dengan aturan 20-20-20 untuk menjaga kesehatan mata anak. Jalin komunikasi rutin dengan guru untuk memantau perkembangan anak. Beri waktu untuk bermain dan bersosialisasi meskipun hanya melalui video call. Kelola stres Anda sebagai orang tua agar tidak menular ke anak. Ingatlah bahwa situasi pandemi ini bersifat sementara. Yang terpenting, jaga hubungan baik dengan anak selama proses belajar di rumah. Prestasi akademik tidak lebih penting daripada kesehatan mental dan kebahagiaan anak. Jika anak sangat kelelahan, beri ia waktu istirahat tanpa merasa bersalah. Anda dan anak akan melewati masa sulit ini bersama-sama. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk mencoba strategi yang berbeda. Jangan menyerah jika hari ini tidak berjalan sesuai rencana. Besok adalah hari baru untuk memulai lagi dengan semangat segar.